Selasa, 12 Mei 2015

Outing Class Manajemen Pemasaran Jasa



Pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2015, perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa tidak dilaksanakan di dalam kelas namun kami melakukan outing class yang berlangsung dari pukul 13.00 sampai 14.30 di Ayam Kremes Kraton cabang Utan Kayu.
Pemilik Ayam Kremas Kraton (AKK) bernama Ibu R.R. Welas Sriningsih seorang Chinese keturunan keraton. Ibu Rovi, manager yang menyampaikan materi, merupakan orang kepercayaan pemilik AKK. Saat ini Ibu Rovi memegang 5 outlet. Sebelum menjadi manager AKK Ibu Rovi awalnya bekerja sebagai sorang kasir di AKK.
Asal mula pemilihan nama Ayam Kremes Kraton (AKK) karena 12 tahun yang lalu ayam kremes belum banyak di Jakarta. Sedangkan alasan menggunakan nama kraton karena pemiliknya kebetulan masih keturunan kraton. Keluarga pemilik AKK sudah lama berkecimpung dalam dunia restoran. Sebelumnya keluarga pemilik AKK mempunyai Restoran Karo, yaitu restoran masakan Solo yang menyediakan gudeg, ayam, dll. Namun ayam  kremes di restoran tersebut menjadi yang paling diminati sehingga pemilik membuka restoran ayam kremes.
Awalnya ada nama Ikan Macco selain nama AKK ini, namun mereka mengalami kesulitan dalam mengembangakan dua nama. Perkembangan Ikan Macco juga kurang bagus karena harganya yang lebih murah maka untuk pesanan delivery menggunakan sterofoam sehingga para konsumen merasa kurang puas, oleh sebab itu manager memutuskan tidak ada lagi nama Ikan Macco dan lebih memusatkan untuk mengembangkan AKK saja.
Konsep AKK sendiri adalah pelayanan harus modern tetapi tempat tetap tradisional. Untuk terlihat tradisional, seragam para pegawai pun menggunakan batik. Lambang AKK adalah ayam yang memakai dasi batik, serta desain di AKK lebih banyak berwarna kuning karena keinginan dari pemiliknya. Ibu Rovi sang manager menginginkan AKK ini menjadi KFC nya Indonesia.
AKK ini mempunyai 5 outlet di Jakarta yaitu di Tebet, Boulevard Kelapa Gading, Gading Batavia, Sunter dan Utan Kayu. Outlet utamanya berada di Sunter. Outlet AKK yang berada di Utan Kayu baru berdiri sekitar 2-3 tahunan, serta kekurangannya masih kurang tersedianya tempat parkir yang luas, belum adanya musholla. Sedangkan outlet AKK yang ada di Tebet dibagi menjadi 3 tempat yaitu tempat biasa (lesehan), tempat smooking area dan ruangan yang ber-AC.
Pegawai di AKK awalnya semua dipegang oleh satu orang, namun sekarang sudah dibagi-bagi per bagian. Untuk makan di tempat ada bagian waiter (3 bulan belakangan ini sudah tidak ada), OB ,bagian gerobak (penyaji makanan), kasir, cuci piring, dan supervisor. Sementara itu, untuk delivery ada bagian goreng, bungkus, dan pengantar makanan. Jumlah pegawai di setiap outlet berbeda-beda ada yang 17, 25, dan 35 orang. Untuk outlet Utan Kayu pegawainya berjumlah 17 orang. Pegawainya diambil dari daerah yang kebanyakan lulusan smp, lulusan sma pun jarang. Lalu pegawai tersebut dididik oleh Ibu Rovi. Sistem rekruitmen tidak ada lewat lowongan kerja, namun diambil dari daerah karena mau dibayar dengan gaji tidak besar.
Supervisor tiap outlet hanya mengontrol operasionalnya saja. Kontrol makanan ada pada pemilik, dimana pemilik selalu membuat inovasi untuk makanannya seperti ayam lunak dan variasi sambal. Manager tidak merasa ada kendala dalam inovasi, karena menganggap tidak bisa terlena dengan persaingan dan terus belajar dengan mencari referensi dari internet dan buku-buku untuk memajukan AKK ini. Dalam berinovasi, pemilik lebih berinovasi pada produk sedangkan manager berinovasi untuk operasionalnya. Manager juga sering survei ke resto-resto lainnya, untuk meningkatkan rasa maupun kualitas dari makanan AKK ini.
Dalam hal perkembangan, awalnya beberapa outlet AKK pernah jatuh bangun perkembangannya. Namun sekarang  tidak ada outlet yang perkembangannya maju mundur. Omset per bulan nya pun kira-kira sekitar 1-2 Milyar per outlet.
Sistem manajemen AKK ini dalam 3 bulan terakhir sudah berubah yang awalnya manajemen konvensional sekarang sudah manajemen modern. Dalam manajemen konvensional sulit untuk control SDM, maka selama 2 bulan ini fokus kepada SDM nya. Delivery sekarang sudah sistem call center. Untuk makan di tempat, semua outlet sistemnya akan berubah seperti pemesanan di KFC yaitu memesan dan membayar langsung ke kasir..
Keunggulan yang ditawarkan AKK ini adalah ayam kremes lunak dengan harga murah tapi enak. Kremesnya diunggulkan karena resep rahasia  pemilik, sehingga disediakan kremes yang khusus untuk dijual. Tersedia pula 4 rasa sambal yang berbeda-beda yaitu sambal bawang, sambal terasi,sambal hijau dan sambal penyet. Sambel penyet kini ada yang botolan karena peminatnya banyak. Makanan yang ditawarkan juga per paket sehingga harganya lebih murah.
Pengolahan  makanan di outlet AKK ayamnya sudah tinggal goreng. Ada 5 supplier untuk ayamnya. Kalau ayamnya belum  habis namun sudah tutup maka kerugian ditanggung oleh tiap outlet. Ayam, ikan, tahu, tempe merupakan makanan utama yang pasti ada/tersedia. Sedangkan sayur dan bebek hanya sebagai pendukung saja, sehingga permintaannya hanya sekitar 10% dan kemungkinan besar bisa tidak tersedia. Pada awalnya ada paket teh tawar dan manis namun karena AKK semakin ramai serta pegawai merasa sulit untuk memberikan pelayanan yang cepat, maka diganti dengan air mineral yang lebih praktis.
Untuk konsumen AKK sendiri ini incarannya adalah middle low. Sistemnya ambil untung kecil tapi laku banyak. Kantor juga banyak yang pesan untuk makan dari AKK ini. Kenaikan BBM belakangan ini pun tidak mempengaruhi harga dari AKK ini. Menurut Ibu Rovi  kunci utama  ada di pelayanannya, kalau SDM nya solid pasti pelayanan baik. Beliau juga sangat memerhatikan kepuasan pelanggannya, agar terjadi pemasaran dari mulut ke mulut sehingga AKK lebih dikenal dan diminati banyak orang. 

 
Ibu Rovi, sang manager Ayam Kremes Kraton (AKK)
 
 
Daftar menu yang ada di Ayam Kremes Kraton (AKK)

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar