Pada hari Selasa tanggal 7 April 2015 tepatnya di
ruang 305. Pada hari itu Pak Amril tidak bisa hadir dalam perkuliahan, sehingga
materi disampaikan oleh teman saya yaitu oleh Arsita Mien Touwuri dan Silfiana
Septinie. Materi hari itu tentang Penciptaan dan Pengembangan Produk.
A. Pengertian
Produk Menurut William J. Station
- Dalam
arti sempit: sebuah produk adalah sekelompok atribut fisik nyata yang terakit
dalam sebuah bentuk yang dapat didefinisikan.
- Dalam
arti luas: sebuah produk adalah sekelompok atribut nyata dan tidak nyata
didalamnya termasuk kemasan, warna, harga, mutu dan merek ditambah dengan
pelayanan dan reputasi penjual.
Jadi,
produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar dan digunakan
untuk memenuhi kebutuhan.
B. Tahapan
produksi
Tahap produksi
memiliki 3 tahapan, yaitu :
1. Produk
inti
Produk inti merupakan tingkatan
pertama yang paling mendasar dan
menjawab kebutuhan masyarakat. Produk inti hanya sekedar memenuhi permintaan
pelanggan saja.
2. Produk
aktual
Produk aktual adalah produk inti
yang sudah mulai dibangun dengan kualitas, desain, fitur, merek dan kemasan.
3. Produk
tambahan
Produk tambahan adalah manfaat
tambahan yang didapat konsumen setelah menggunakan produk kita jika
dibandingkan dengan produk lainnya.
Dalam
perencanaan produk dibedakan menjadi 2 klasifikasi produk yaitu :
1. Produk
konsumen
Produk konsumen adalah produk yang
langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.
2. Produk
industri
Produk industri adalah produk yang
digunakan untuk memproduksi barang lain atau dijadikan sebagai alat usaha.
C. Sifat dalam pembentukan suatu
produk
1. Produk
inovasi
Adalah produk yang benar-benar baru
diciptakan/dibuat, jadi produk ini belum pernah dipasarkan sebelumnya.
2. Produk
imitasi
Adalah produk baru bagi
perusahaannya akan tetapi produk tersebut sudah ada sebelumnya dipasarkan.
3. Produk
pengganti
Adalah
produk yang berasal dari produk yang sudah dipasarkan sebelumnya tetapi diperbarui.
D. Kriteria dalam penciptaan produk
1.
Harus seimbang
antara permintaan pasar dengan produk yang sesuai dengan lingkungan dan standar
sosial serta memenuhi standar yang telah dibuat oleh pemerintah
2.
Produk harus
cocok dengan keuangan pasar atau daya beli
3.
Produk tidak
boleh memiliki persoalan hukum
4. Pencitraan
produk harus dilakukan dengan baik. Karena, ada produk baru yang kemudian gagal
dipasarkan karena tidak melakukan manajemen produk dengan baik, seperti riset
pemasaran yang buruk, masalah dengan desain produk yang tidak menarik atau
tidak sesuai dengan kondisi pasar, meluncurkan produk pada waktu yang tidak
tepat, dan kegagalan dalam manajemen produk.
E. Pengembangan
produk
Pengembangan produk disebut juga merchandising adalah
kegiatan-kegiatan pembuat barang dan perantara yang bermaksud melakukan
penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas
permintaan pembeli.
Kegiatan yang termasuk ke dalam pengembangan produk
adalah penentuan kualitas, ukuran, bentuk, daya tarik lahiriah, labeling,
cap tanda (branding), pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk
menyesuaikan selera yang sedang tumbuh.
F. Langkah-langkah
untuk menciptakan dan mengembangkan suatu produk, yaitu :
1.
Penciptaan Ide : produk
yang akan kita pasarkan menggunakan produk yang sudah ada atau membuat produk
baru yang belum ada dipasaran.
2. Penyaringan Ide : penyeleksian
ide-ide yang sesuai dengan tujuan perusahaan, strategi, dan sumber daya yang
tersedia.
3. Pengembangan dan Pengujian
Konsep : perusahaan
mengkonsep suatu produk yang baik dan berkualitas sehingga dapat menarik
konsumen untuk membelinya.
4. Pengembang Strategi
Pemasaran : cara perusahaan membuat strategi yang efektif dalam
memperkenalkan produknya kepada konsumen.
5. Analisis usaha : melihat
apakah produk yang dipasarkan dapat memperoleh keuntungan bagi perusahaan.
6.
Pengembangan produk : pembuatan
suatu produk yang telah dikonsep dan dianalisis sebelumnya.
7. Market testing : mempelajari
apakah produk tersebut sudah memenuhi target apa belum, dan juga tahap ini cara
melihat pendapat konsumen tentang produk yang dipasarkan.
8.
Komersialisasi : untuk
menilai apakah penjualan produk sudah memenuhi target atau belum.
G. Konsep daur hidup produk dapat dibagi menjadi beberapa
tahap menurut karakteristik waktu, yaitu :
1.
Waktu Pengenalan Produk (Introduction)
Produsen memperkenalkan produknya kepada masyarakat
luas dengan bermacam cara, seperti promosi, iklan, pameran, personal selling,
spanduk sponsor, televisi, radio, media massa atau bauran promosi.
2.
Waktu pertumbuhan produk (Growth)
Meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena
produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai.
3.
Waktu kematang/kejenuhan
Produk (Maturity)
Titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan
dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk
perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat
sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
4.
Waktu penurunan produk (decline)
Periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun
dan laba menipis. Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume
penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil
kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut.
H. Bukti fisik jasa
Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam
membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan
individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan
servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang
ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat
membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar
mana yang dituju.