Senin, 23 Maret 2015

Market Segmentation dan Market Targeting



Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2015 tepatnya di ruang 306. Pada hari itu Pak Amril tidak bisa hadir dalam perkuliahan, sehingga materi disampaikan oleh teman saya yaitu oleh Ajeng Marsela Rachmawati, Nur Rizki Devi dan Putri Andriyani. Materi hari itu tentang Market Segmentation dan Market Targeting.

MARKET SEGMENTATION
A.     Pengertian Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar dapat diartikan sebagi proses mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan perilaku dan atau respon terhadap program pemasaran spesifik.

B.      Pola Segmentasi Pasar
Ada 3 pola dasar untuk mengelompokkan pasar yaitu:
1.        Geographic Segmentation
Pengelompokkan didasarkan atas daerah di mana para penjual membedakan secara teliti, kira-kira daerah mana yang bisa memberikan keuntungan yang berbeda-beda.
2.        Demographic Segmentation
Demographic segmentation ini dimaksudkan untuk membedakan berbagai macam kelompok atas dasar keadaan suatu masyarakat yang berubah (demographic variables) seperti misalnya pengelompokkan dalam bidang umur, jenis kelamin, dan besarnya family, pendapatan, jabatan kepala keluarga, pendidikan, siklus penghidupan keluarganya (family life cycle), pengelompokkan bidang agama, social, suku.
3.        Psychographic Segmentation
Dengan psychographlc segmentation ini kita mencoba membedakan berbagai macam kebutuhan pembeli atau adalah timbul sebagai hasil dan kenyataan bahwa kebutuhan pembeli lebih berbeda sepanjang life style atau personality life daripada demographic lives.

C.     Syarat Segmentasi Pasar
1.        Dapat diukur (measurability) : Sejauh mana ukuran dan daya segmen dapat diukur.
2.        Dapat dicapai (accessibility) : Sejauh apa segmen-segmen tersebut dapat dicapai dan dilayani.
3.  Cukup besar (substantiality) : Sejauh apa segmen-segmen tersebut cukup besar dan menguntungkan.
4.        Dapat dilayani (actiontability) : Sejauh apa program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani segmen-segmen tersebut.

D.     Prosedur Segmentasi Pasar
Prosedur segmentasi pasar terdiri dari 3 tahap yaitu:
1.        Tahap survey
2.        Tahap analisis
3.        Tahap pembentukan

MARKET TARGETING
A.     Penetapan Pasar Sasaran
Dalam pemilihan segmen pasar, setiap perusahaan perlu mempertimbangkan 5 alternatif pola seleksi pasar sasaran yaitu:
1.      Single-Segment Concentration
Perusahaan memilih satu segmen pasar tunggal, dengan sejumlah pertimbangan, misalnya keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan, adanya peluang pasar dalam segmen bersangkutan yang belum banyak digarap atau bahkan diabaikan pesaing, atau perusahaan menganggap segmen tersebut merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke segmen lainnya.
2.      Selective Specialization
Dalam strategi ini, perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan tujuan dan sumber daya yang dimiliki.
3.      Market Specialization
Dalam strategi ini, perusahaan berspesialisasi pada upaya melayani berbagai kebutulan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.
4.      Product Specialization
Dalam spesialisasi produk, perusahaan memusatkan diri pada pembuat produk tertentu yang akan dijual kepada berbagai segmen pasar.
5.      Full Marker Coverage
Dalam strategi  perusahaan, berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin dibutuhkan.

B.      Memilih Strategi Sasaran Pemasaran
Ciri khusus penjual produk atau pasar akan memberi batas pada pilihan terhadap strategi sasaran pemasaran yaitu:
1.        Sumber-sumber perusahaan
2.        Kebersamaan produk (homogeni produk)
3.        Tingkat produksi dalam daur hidup
4.        Keserbasamaan pasaran (homogenitas)
5.        Siasat pemasaran bersaing

Senin, 16 Maret 2015

Resume Perkuliahan Pertemuan Ke-4


Pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 tepatnya di ruang 306, saya mengikuti mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa dengan materi tentang Analisis Lingkungan Pemasaran. Marketing environment (lingkungan pemasaran) adalah pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya. Lingkungan pemasaran terbagi menjadi dua yaitu: microenviroment / internal dan macroenvironment / eksternal.

Lingkungan mikro (microenvironment) terdiri dari :
a.       The company
1.      Top management
2.      Finance (kemampuan keuangan)
3.      Riset and development
4.      Purchasing (pembelian)
5.      Manufacturing (proses produksi)
6.      Accounting (pembukuan)
b.       Suppliers
Provide the resources needed by the company to produce its good and services. Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mempromosikan produk dan jasa.
c.        Marketing Intermediaries (perantara)
1.      Perusahaan yang membantu, mempromosikan, menjual dan mendistribusikan yang baik kepada pembeli akhir.
2.      Termasuk perusahaan distribusi fisik (contoh : kontainer), agen jasa pemasaran (contoh : pameran PTN internasional), perusahaan kredit
d.       Costumers
1.      Costumer markets
2.      Bisnis markets (membeli suatu barang lalu dijual kembali tanpa mengubah merek). Contoh : matahri, ramayan
3.      Reseller markets (membeli suatu barang lalu dijual kembali dengan mengubah merek). Contoh : carrefour
4.      Government markets
5.      International markets. (Contoh : barang-barang ekspor)
e.        Publics
1.      Financial publics
2.      Media publics
3.      Government publics
4.      Citizen action publics (kelompok-kelompok demo)
5.      Local publics
6.      General publics (masyarakat secara umum)
7.      Internal publics. (Contoh : anak karyawan suatu perusahaan mendapat kemudahan untuk masuk ke perusahaan tersebut)

Lingkungan makro (macroenvironment) terdiri dari:
a.       Demografic environment
1.      Size (ukuran/jumlah)
2.      Density (kepadatan)
3.      Location (lokasi). Semakin jauh dari perkotaan maka harga semakin mahal.
4.      Age (usia)
5.      Gender (jenis kelamin)
6.      Race (ras)
7.      Occupation (pekerjaan)
8.      Other statistik (data-data yang lain)
b.       Economic environment
1.      Buying power (daya beli)
2.      Spending pattern (pola pengeluaran)
c.        Natural environment
1.      Shortages of raw materials (ketersediaan bahan baku)
2.      Increased cost of energy (kenaikan biaya energi, seperti listrik, bahan bakar)
3.      Increased pollution (kenaikan polusi, sehingga pabrik-pabrik tidak diperbolehkan didirikan di wilayah Jakarta)
4.      Government intervention in natural resources management (intervensi pemerintah juga berpengaruh)
d.       Techonological environment
1.      New technologies (teknologi baru)
2.      Creating new product (produk baru, sperti kue dengan berbagai macan bentuk dan rasa)
3.      Market opportunities (peluang pasar)
4.      Fast pace of technological change (kecepatan perubahan teknologi)
5.      High H&D budgets (anggaran untuk research)
6.      Concentration on minor improvement
7.      Increased regulation (regulasi teknologi)
e.        Political environment
1.      Laws (hukum; terdapat batasan-batasan)
2.      Goverment agencies (agensi pemerintahan; seperti dalam pembuatan usaha baru)
3.      Pressure group (dari partai, LSM, kelompok masyarakat)
4.      Legislation regulating bussiness
5.      Changing government (perubahan pemerintahan)
f.        Cultural environment
1.      Persistance of cultural value (ketekunan nilai budaya)
2.      Shifts in secondary cultural value (nilai budaya kedua)
a)       People’s view of themselves (bagaimana melihat diri sendiri)
b)       People’s view of others (bagaimana melihat orang lain)
c)       People’s view of organizations (bagaimana melihat organisasi/kelompok)
d)      People’s view of society (bagaimana melihat masyarakat)
e)       People’s view of nature (bagaimana memandang alam)
f)        People’s view of universe (bagaimana memandang dunia)