Senin, 27 April 2015

Resume Perkuliahan Ke-8

Pada hari Selasa tanggal 7 April 2015 tepatnya di ruang 305. Pada hari itu Pak Amril tidak bisa hadir dalam perkuliahan, sehingga materi disampaikan oleh teman saya yaitu oleh Arsita Mien Touwuri dan Silfiana Septinie. Materi hari itu tentang Penciptaan dan Pengembangan Produk.

A.  Pengertian Produk Menurut William J. Station
-     Dalam arti sempit: sebuah produk adalah sekelompok atribut fisik nyata yang terakit dalam sebuah bentuk yang dapat didefinisikan.
-     Dalam arti luas: sebuah produk adalah sekelompok atribut nyata dan tidak nyata didalamnya termasuk kemasan, warna, harga, mutu dan merek ditambah dengan pelayanan dan reputasi penjual.

Jadi, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

B.  Tahapan produksi
Tahap produksi memiliki 3 tahapan, yaitu :
1.      Produk inti
Produk inti merupakan tingkatan pertama yang paling mendasar  dan menjawab kebutuhan masyarakat. Produk inti hanya sekedar memenuhi permintaan pelanggan saja.
2.      Produk aktual
Produk aktual adalah produk inti yang sudah mulai dibangun dengan kualitas, desain, fitur, merek dan kemasan.
3.      Produk tambahan
Produk tambahan adalah manfaat tambahan yang didapat konsumen setelah menggunakan produk kita jika dibandingkan dengan produk lainnya.

Dalam perencanaan produk dibedakan menjadi 2 klasifikasi produk yaitu :
1.      Produk konsumen
Produk konsumen adalah produk yang langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.
2.      Produk industri
Produk industri adalah produk yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau dijadikan sebagai alat usaha.

C.  Sifat dalam pembentukan suatu produk
1.    Produk inovasi
Adalah produk yang benar-benar baru diciptakan/dibuat, jadi produk ini belum pernah dipasarkan sebelumnya.
2.    Produk imitasi
Adalah produk baru bagi perusahaannya akan tetapi produk tersebut sudah ada sebelumnya dipasarkan.
3.    Produk pengganti
Adalah produk yang berasal dari produk yang sudah dipasarkan sebelumnya tetapi diperbarui.

D.  Kriteria dalam penciptaan produk
1.    Harus seimbang antara permintaan pasar dengan produk yang sesuai dengan lingkungan dan standar sosial serta memenuhi standar yang telah dibuat oleh pemerintah
2.    Produk harus cocok dengan keuangan pasar atau daya beli
3.    Produk tidak boleh memiliki persoalan hukum
4.  Pencitraan produk harus dilakukan dengan baik. Karena, ada produk baru yang kemudian gagal dipasarkan karena tidak melakukan manajemen produk dengan baik, seperti riset pemasaran yang buruk, masalah dengan desain produk yang tidak menarik atau tidak sesuai dengan kondisi pasar, meluncurkan produk pada waktu yang tidak tepat, dan kegagalan dalam manajemen produk.

E.  Pengembangan produk
Pengembangan produk disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan pembuat barang dan perantara yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli.

Kegiatan yang termasuk ke dalam pengembangan produk adalah penentuan kualitas, ukuran, bentuk, daya tarik lahiriah, labeling, cap tanda (branding), pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk menyesuaikan selera yang sedang tumbuh.

F.   Langkah-langkah untuk menciptakan dan mengembangkan suatu produk, yaitu :
1.    Penciptaan Ide : produk yang akan kita pasarkan menggunakan produk yang sudah ada atau membuat produk baru yang belum ada dipasaran.
2.  Penyaringan Ide : penyeleksian ide-ide yang sesuai dengan tujuan perusahaan, strategi, dan sumber daya yang tersedia.
3. Pengembangan dan Pengujian Konsep : perusahaan mengkonsep suatu produk yang baik dan berkualitas sehingga dapat menarik konsumen   untuk membelinya.
4. Pengembang Strategi Pemasaran : cara perusahaan membuat strategi  yang efektif dalam memperkenalkan produknya kepada konsumen.
5. Analisis usaha : melihat apakah produk yang dipasarkan dapat memperoleh keuntungan bagi perusahaan.
6.    Pengembangan produk : pembuatan suatu produk yang telah dikonsep dan dianalisis sebelumnya.
7.  Market testing : mempelajari apakah produk tersebut sudah memenuhi target apa belum, dan juga tahap ini cara melihat pendapat konsumen tentang produk yang dipasarkan.
8.    Komersialisasi : untuk menilai apakah penjualan produk sudah memenuhi target atau belum.

G. Konsep daur hidup produk dapat dibagi menjadi beberapa tahap menurut karakteristik waktu, yaitu :
1.      Waktu Pengenalan Produk (Introduction)
Produsen memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dengan bermacam cara, seperti promosi, iklan, pameran, personal selling, spanduk sponsor, televisi, radio, media massa atau bauran promosi.
2.      Waktu pertumbuhan produk (Growth)
Meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai.
3.      Waktu kematang/kejenuhan Produk (Maturity)
Titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
4.      Waktu penurunan produk (decline)
Periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba menipis. Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut.

H.  Bukti fisik jasa
Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar